“Kita jangan malu jadi pemuda Batak,banggalah,mari kita lestarikan” “BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.

Tole tajaha be, songon sada sipaingot manang jou-jou dihita akka naposo.

“Kita jangan malu jadi pemuda Batak,banggalah,mari kita lestarikan”
“BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.

Akka dongan, Beruntung loh jadi orang Batak.Sejak kecil kita sudah dilatih menjadi Berani,Agresif,Taat,dan punya adat kuat. Kita terlatih berdemokrasi, memiliki kemampuan menjadi parhata,pengacara,Memakai akal, hakim, jaksa, politisi dan lainnya. Kebiasaan kita melakukan “beracara dan berdemokrasi” di acara adat, pergantian tahun, lepas sidi di gereja dan berliturgi saat merayakan Natal, sudah terlatih dalam waktu yang lama. Pada malam pergantian tahun, kita melakukan syukuran, saling memaafkan dan melakukan evaluasi dan program ke depan. Musyawarah kecil, batak juga membiasakan anak menyampaikan kritik sekaligus menerima nasehat,dalam acara juga ada mar”umpasa”bergantian, terutama bagi orang dewasa yang sudah menikah. Kebiasaan ini merupakan dasar bagi Kita untuk beradu argumentasi dan mempertajam wawasan menyusun strategi mempengaruhi serta untuk memperoleh dukungan. Disisi adaTradisi Batak Kristen, acara malua (lepas sidi) atau mamio (utk pengantin setelah selesai pernikahan),Setelah lepas sidi di gereja, seluruh keluarga besar berkumpul, khususnya kerabat dekat,tulang,namboru dll. Sesudah makan, mereka semua memberikan masukan dan nasihat kita. Pada acara penutup, kita diberi waktu mangampu (menyampaikan balasan atas semua petuah). Disini, kita sudah dituntut kemampuannya untuk merangkum setiap nasehat, berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Kita mulai belajar menelaah nasihat2 yang disampaikan,ini merupakan semua pembelajaran untuk mendengar,menjawab,dan menyimpulkan.Mental sebagai pemuda kristen Batak berhadapan dengan audiens juga sudah terlatih sejak kecil/balita. Saat berliturgi pada perayaan Natal, acara paskah, kita tidak canggung berhadapan dengan banyak orang. Tanpa kita sadari kita telah mengalami situasi mirip kampanye, berhadapan dengan ratusan atau bahkan ribuan jemaat. Demikian berulang2 sampai kita dewasa hingga kita mampu melakukan komunikasi efektif. kemampuan beracara atau berpolitik kita, sudah dari kecil. Hanya satu yang perlu kita perbaiki yaitu Kurangnya kerendahan hati dan kesediaan menerima orang lain seringkali menjadi kelemahan kita. kita tidak diajari mengalah sehingga seringkali maunya ingin menang sendiri.So,mari kita jaga dan lestarikan adat dan budaya kita,sebua warisan yang indah.Tanggungjawab kita sebagai pemuda untuk tetap melestarikannya.Mari menjadi “BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.Banggalah kemudia kita perbaiki yang kurang…Selamat berkarya…Horas,horas,horas!

Banjarmasin,24 Oktober 2014

Jefri DS Sianturi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: