PERTAMINA EP NYATAKAN KEGIATAN PEMBORAN DI LOKASI DADANGILO 138 ILEGAL

PT Pertamina EP menyatakan bahwa kegiatan pemboran yang dilaksanakan oleh KUD Usaha Jaya Bersama cq PT Phoenix di lokasi sumur Dadangilo 138, Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur adalah ilegal.
Kegiatan ini dinyatakan ilegal karena KUD tersebut hanya memiliki rekomendasi dari Bupati Bojonegoro dan belum mendapat izin dari Gubernur Jawa Timur yang masih merupakan tahap awal proses permohonan pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua. Dengan demikian, kegiatan KUD tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua dan melanggar UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 52.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua dijelaskan bahwa kegiatan mengusahakan dan memproduksikan minyak bumi dari sumur tua dapat dilakukan oleh KUD atau BUMD dengan mengajukan proposal kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dalam hal ini PT Pertamina EP, yang dilengkapi persyaratan teknis dan administrasi antara lain rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten/kota dimana lokasi sumur tua berada dan persetujuan dari Pemerintah Propinsi. Selanjutnya untuk dapat dilaksanakan, proposal yang telah memenuhi syarat teknis dan administrasi tersebut terlebih dahulu harus mendapat persetujuan KKKS untuk kemudian diajukan untuk proses persetujuan melalui BPMIGAS kepada Menteri ESDM c.q Direktur Jenderal Migas.
Kegiatan pemboran ilegal yang dilakukan oleh KUD Usaha Jaya Bersama cq PT Phoenix tersebut telah menyebabkan semburan liar (blow out) di lokasi sumur Dadangilo 138. Semburan liar ini telah menimbulkan dampak pencemaran lingkungan dan membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.
Kegiatan pemboran tersebut dilaksanakan oleh PT Phoenix dengan menggunakan peralatan dan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan standar industri perminyakan serta tidak didukung dengan standar operasi yang jelas.
Sumur Dadangilo 138 adalah salah satu sumur tua yang berada di wilayah kerja PT Pertamina EP. Namun demikian, KUD Usaha Jaya Bersama dan PT Phoenix melakukan kegiatan pemboran secara ilegal di lokasi sumur tersebut. PT Pertamina EP selaku pengelola wilayah kerja telah mengirimkan surat peringatan kepada Ketua KUD Usaha Jaya Bersama cq PT Phoenix pada 28 April 2010 namun pihak KUD dan PT Phoenix tetap melakukan kegiatan pemboran. Oleh karena itu, PT Pertamina EP melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian Resort Bojonegoro pada 2 Juni 2010 sesuai arahan BPMIGAS dan Ditjen Migas.

Selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang mengelola wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia, PT Pertamina EP senantiasa mematuhi peraturan dan koridor hukum yang berlaku. Dalam hal pengelolaan sumur tua, PT Pertamina EP mematuhi ketentuan dan pedoman yang tertuang di dalam Peraturan Menteri ESDM No. 01 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua.

Sebagai wujud dukungan PT Pertamina EP terhadap ketentuan yang berlaku, sebelumnya pada 24 Maret 2009 PT Pertamina EP telah menandatangani kerjasama pengelolaan sumur tua dengan KUD Wargo Tani Makmur di Kabupaten Blora sebagai percontohan. Kerjasama ini mendapatkan dukungan dan arahan Ditjen Migas dan BPMIGAS yang merupakan implementasi dari Peraturan Menteri ESDM No. 1 tahun 2008. Selanjutnya KUD Wargo Tani Makmur akan memproduksikan minyak bumi dari sumur-sumur tua sesuai dengan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan dan menyerahkannya kepada Pertamina EP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: