JEFRI DS SIANTURI

I HEAR AND I FORGET, I SEE AND I REMEMBER, I DO THEN I UNDERSTAND! ! ! HORAS

“Kita jangan malu jadi pemuda Batak,banggalah,mari kita lestarikan” “BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.

Tole tajaha be, songon sada sipaingot manang jou-jou dihita akka naposo.

“Kita jangan malu jadi pemuda Batak,banggalah,mari kita lestarikan”
“BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.

Akka dongan, Beruntung loh jadi orang Batak.Sejak kecil kita sudah dilatih menjadi Berani,Agresif,Taat,dan punya adat kuat. Kita terlatih berdemokrasi, memiliki kemampuan menjadi parhata,pengacara,Memakai akal, hakim, jaksa, politisi dan lainnya. Kebiasaan kita melakukan “beracara dan berdemokrasi” di acara adat, pergantian tahun, lepas sidi di gereja dan berliturgi saat merayakan Natal, sudah terlatih dalam waktu yang lama. Pada malam pergantian tahun, kita melakukan syukuran, saling memaafkan dan melakukan evaluasi dan program ke depan. Musyawarah kecil, batak juga membiasakan anak menyampaikan kritik sekaligus menerima nasehat,dalam acara juga ada mar”umpasa”bergantian, terutama bagi orang dewasa yang sudah menikah. Kebiasaan ini merupakan dasar bagi Kita untuk beradu argumentasi dan mempertajam wawasan menyusun strategi mempengaruhi serta untuk memperoleh dukungan. Disisi adaTradisi Batak Kristen, acara malua (lepas sidi) atau mamio (utk pengantin setelah selesai pernikahan),Setelah lepas sidi di gereja, seluruh keluarga besar berkumpul, khususnya kerabat dekat,tulang,namboru dll. Sesudah makan, mereka semua memberikan masukan dan nasihat kita. Pada acara penutup, kita diberi waktu mangampu (menyampaikan balasan atas semua petuah). Disini, kita sudah dituntut kemampuannya untuk merangkum setiap nasehat, berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Kita mulai belajar menelaah nasihat2 yang disampaikan,ini merupakan semua pembelajaran untuk mendengar,menjawab,dan menyimpulkan.Mental sebagai pemuda kristen Batak berhadapan dengan audiens juga sudah terlatih sejak kecil/balita. Saat berliturgi pada perayaan Natal, acara paskah, kita tidak canggung berhadapan dengan banyak orang. Tanpa kita sadari kita telah mengalami situasi mirip kampanye, berhadapan dengan ratusan atau bahkan ribuan jemaat. Demikian berulang2 sampai kita dewasa hingga kita mampu melakukan komunikasi efektif. kemampuan beracara atau berpolitik kita, sudah dari kecil. Hanya satu yang perlu kita perbaiki yaitu Kurangnya kerendahan hati dan kesediaan menerima orang lain seringkali menjadi kelemahan kita. kita tidak diajari mengalah sehingga seringkali maunya ingin menang sendiri.So,mari kita jaga dan lestarikan adat dan budaya kita,sebua warisan yang indah.Tanggungjawab kita sebagai pemuda untuk tetap melestarikannya.Mari menjadi “BATAK”: Berani, Agresif, Taat dan Adatnya Kuat.Banggalah kemudia kita perbaiki yang kurang…Selamat berkarya…Horas,horas,horas!

Banjarmasin,24 Oktober 2014

Jefri DS Sianturi.

Filed under: Uncategorized

Mohon Doa dan Bantuannya untuk Wirakartika melawan Leukemia (Help Wirakartika Fight against Leukemia)

Save Our Sister (S.O.S)!

Please keep on praying for Wirakartika Mutiarasmi (Wira) our sister in Christ:
BB PIN:25C3BB92
TEXT:+628563201008

2013/02/03:
Wirakartika was baptized into Christianity one year ago at Bethany Nginden Surabaya with Yohana or Joanna as her baptist name in the midst of a broken non-Christian family.

2013/11/22:
Wira was sick with blood cancer, Myelodysplastic Syndrome (MDS) or Preleukemia that finally turn to be Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL).

Wira sakit kanker darah, Sindroma Myelodysplastik atau Preleukemia yang akhirnya berubah menjadi Leukemia Limfoblastik Akut (LLA).

2014/29/01:
Wira was visited by pastor from International Christian Assembly (ICA) Surabaya East Java, Indonesia.

2014/01/31:
77th day of sickness, first chemotherapy.
Hari ke-77, kemoterapi pertama.

2014/02/07:
84th day of sickness, second chemoteraphy.
Hari ke-84, kemoterapi kedua.

2014/02/11:
88th day of sickness. Wira was visited by congregation from Bethany Church at Citraland Surabaya.

2014/02/12:
89th day of sickness. Wira was given an injection of Leucogen to stimulate the production of white blood cells because her white blood cells count (wbc) is nearly zero.

Hari ke-89. Wira disuntik Leukogen untuk menstimulasi produksi sel darah putih karena sel darah putihnya mendekati nol.

It usually takes 2 years of chemotheraphy to treat ALL. But GOD can bypass the time requirement with miracle or a bone marrow transplant.

Biasanya perlu 2 tahun kemoterapi untuk merawat ALL. Tetapi TUHAN dapat mem-bypass tuntutan waktu dengan mujizat atau dengan cangkok sumsum tulang.

2014/02/15:
92nd day of sickness. Still 15% cancer cells left.
Hari ke-92. Masih ada 15% sel kanker.

2014/02/16:
93rd day of sickness. Still 10% cancer cells left.
Hari ke-93. Masih ada 10% sel kanker.

2014/02/17:
94th day of sickness. Still 8% cancer cells left.
Hari ke-94. Masih ada 8% sel kanker.

2014/02/18:
95th day of sickness. Chemotheraphy cannot be continued because her platelet count of 9 thousand is dangerously life threatening low platelet count compared to the normal platelet count of 150 thousand.

Therefore let us once again carry, brought and lay down this blood cancer case of our sister before Jesus to be healed.

“Some men came carrying a paralyzed man on a mat and tried to take him into the house to lay him before Jesus.” (Luke 5:18 NIV)

Yohana is treated by her non-Christian family: her mom and sister (both are widow).

We plea for the Lord’s compassion inside of you to be unleashed.

Hospital care address:
Catholic Hospital
Saint Vincentius A. Paulo (RKZ)
Jalan Diponegoro, Surabaya, Indonesia
Pavillion 7 Room# 60

Visiting time:
09.30 — 11.00
16.30 — 18.00


The intercessor’s note:
I live in Jakarta which is 670 kilometer from Surabaya. I worked in a government owned company with only a modest salary. I am her boyfriend with a long distance loyalty. We planned to get married and then suddenly this came to happen. I am trying to encourage myself in the midst of this difficulty and don’t want to leave her. We need your prayers. We need significant amount of fund to get her a bone marrow transplant.

BB-PIN:25B25BCC
TEXT:+628131760993

Bapak Ibu bisa mengunjungi situsnya di http://www.gofundme.com/Saving-Wirakartika

Tuhan Memberkati.

Filed under: Uncategorized

Help Wirakartika Fight against Leukemia (Mohon Bantuannya Untuk Wirakartika melawan Leukemia),Please….

Filed under: Uncategorized

Coal Bed Methane

Batubara memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah yang banyak, karena permukaannya mempunyai kemampuan mengadsorpsi gas. Meskipun batubara berupa benda padat dan terlihat seperti batu yang keras, tapi di dalamnya banyak sekali terdapat pori-pori yang berukuran lebih kecil dari skala mikron, sehingga batubara ibarat sebuah spon. Kondisi inilah yang menyebabkan permukaan batubara menjadi sedemikian luas sehingga mampu menyerap gas dalam jumlah yang besar. Jika tekanan gas semakin tinggi, maka kemampuan batubara untuk mengadsorpsi gas juga semakin besar.
Gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana, sehingga secara umum gas ini disebut dengan Coal Bed Methane atau disingkat CBM. Dalam klasifikasi energi, CBM termasuk unconventional energy (peringkat 3), bersama-sama dengan tight sand gasdevonian shale gas, dan gas hydrateHigh quality gas (peringkat 1) dan low quality gas (peringkat 2) dianggap sebagai conventional gas.
Produksi CBM
Di dalam lapisan batubara banyak terdapat rekahan (cleat), yang terbentuk ketika berlangsung proses pembatubaraan. Melalui rekahan itulah air dan gas mengalir di dalam lapisan batubara. Adapun bagian pada batubara yang dikelilingi oleh rekahan itu disebut dengan matriks (coal matrix), tempat dimana kebanyakan CBM menempel pada pori-pori yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian, lapisan batubara pada target eksplorasi CBM selain berperan sebagai reservoir, juga berperan sebagai source rock.
Gambar 1. Prinsip produksi CBM
CBM bisa keluar (desorption) dari matriks melalui rekahan, dengan merendahkan tekanan air pada target lapisan. Hubungan antara kuantitas CBM yang tersimpan dalam matriks terhadap tekanan dinamakan kurva Langmuir Isotherm (proses tersebut berada pada suhu yang konstan terhadap perubahan tekanan). Untuk memperoleh CBM, sumur produksi dibuat melalui pengeboran dari permukaan tanah sampai ke lapisan batubara target. Karena di dalam tanah sendiri lapisan batubara mengalami tekanan yang tinggi, maka efek penurunan tekanan akan timbul bila air tanah di sekitar lapisan batubara dipompa (dewatering) ke atas. Hal ini akan menyebabkan gas metana terlepas dari lapisan batubara yang memerangkapnya, dan selanjutnya akan mengalir ke permukaan tanah melalui sumur produksi tadi. Selain gas, air dalam jumlah yang banyak juga akan keluar pada proses produksi ini.
Potensi CBM
Mengenai pembentukan CBM, maka berdasarkan riset geosains organik dengan menggunakan isotop stabil karbon bernomor masa 13, dapat diketahui bahwa terdapat 2 jenis pola pembentukan.
Sebagian besar CBM adalah gas yang terbentuk ketika terjadi perubahan kimia pada batubara akibat pengaruh panas, yang berlangsung di kedalaman tanah. Ini disebut dengan proses thermogenesis. Sedangkan untuk CBM pada lapisan brown coal (lignit) yang terdapat di kedalaman kurang dari 200m, gas metana terbentuk oleh aktivitas mikroorganisme yang berada di lingkungan anaerob. Ini disebut dengan proses biogenesis. Baik yang terbentuk secara thermogenesis maupun biogenesis, gas yang terperangkap dalam lapisan batubara disebut dengan CBM.
Gambar 2. Pembentukan CBM
Kuantitas CBM berkaitan erat dengan peringkat batubara, yang makin bertambah kuantitasnya dari gambut hingga medium volatile bituminous, lalu berkurang hingga antrasit. Tentu saja kuantitas gas akan semakin banyak jika lapisan batubaranya semakin tebal.
Dari penelitian Steven dan Hadiyanto, 2005, (IAGI special publication) ada 11 cekungan batubara (coal basin) di Indonesia yang memiliki CBM, dengan 4 besar urutan cadangan sebagai berikut: 1. Sumsel (183 Tcf), 2. Barito (101.6 Tcf), 3. Kutai (80.4 Tcf), 4. Sum-Tengah (52.5 Tcf). Dengan kata lain sumber daya CBM di Sumsel sama dengan total (conventional) gas reserves di seluruh Indonesia.
Terkait potensi CBM ini, ada 2 hal yang menarik untuk diperhatikan:
Pertama, jika ada reservoir conventional gas (sandstone) dan reservoir CBM (coal) pada kedalaman, tekanan, dan volume batuan yang sama, maka volume CBM bisa mencapai 3 – 6 kali lebih banyak dari conventional gas. Dengan kata lain, CBM menarik secara kuantitas.
Kedua, prinsip terkandungnya CBM adalah adsorption pada coal matrix, sehingga dari segi eksplorasi faktor keberhasilannya tinggi, karena CBM bisa terdapat pada antiklin maupun sinklin. Secara mudahnya dapat dikatakan bahwa ada batubara ada CBM.
Produksi CBM & Teknologi Pengeboran
Pada metode produksi CBM secara konvensional, produksi yang ekonomis hanya dapat dilakukan pada lapisan batubara dengan permeabilitas yang baik.
Tapi dengan kemajuan teknik pengontrolan arah pada pengeboran, arah lubang bor dari permukaan dapat ditentukan dengan bebas, sehingga pengeboran memanjang dalam suatu lapisan batubara dapat dilakukan. Seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah, produksi gas dapat ditingkatkan volumenya melalui satu lubang bor dengan menggunakan teknik ini.
Gambar 3. Teknik produksi CBM
Teknik ini juga memungkinkan produksi gas secara ekonomis pada suatu lokasi yang selama ini tidak dapat diusahakan, terkait permeabilitas lapisan batubaranya yang jelek. Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan di Australia dan beberapa negara lain, dimana produksi gas yang efisien dilakukan dengan sistem produksi yang mengkombinasikan sumur vertikal dan horizontal, seperti terlihat pada gambar di bawah.
Gambar 4. Produksi CBM dengan sumur kombinasi
Lebih jauh lagi, telah muncul pula ide berupa sistem produksi multilateral, yakni sistem produksi yang mengoptimalkan teknik pengontrolan arah bor. Lateral yang dimaksud disini adalah sumur (lubang bor) yang digali arah horizontal, sedangkan multilateral adalah sumur horizontal yang terbagi-bagi menjadi banyak cabang.
Pada produksi yang lokasi permukaannya terkendala oleh keterbatasan instalasi fasilitas akibat berada di pegunungan misalnya, maka biaya produksi memungkinkan untuk ditekan bila menggunakan metode ini. Secara praktikal, misalnya dengan melakukan integrasi fasilitas permukaan.
Catatan: Teknik pengontrolan arah bor
Teknik pengeboran yang menggunakan down hole motor (pada mekanisme ini, hanya bit yang terpasang di ujung down hole motor saja yang berputar, melalui kerja fluida bertekanan yang dikirim dari permukaan) dan bukan mesin bor rotary (pada mekanisme ini, perputaran bit disebabkan oleh perputaran batang bor atau rod) yang selama ini lazim digunakan, untuk melakukan pengeboran sumur horizontal dll dari permukaan. Pada teknik ini, alat yang disebut MWD (Measurement While Drilling) terpasang di bagian belakang down hole motor, berfungsi untuk memonitor arah lubang bor dan melakukan koreksi arah sambil terus mengebor.
Gambar 5. Pengontrolan arah bor
ECBM
ECBM (Enhanced Coal Bed Methane Recovery) adalah teknik untuk meningkatkan keterambilan CBM. Pada teknik ini, gas injeksi yang umum digunakan adalah N dan CO2. Disini, hasil yang diperoleh sangat berbeda tergantung dari gas injeksi mana yang digunakan. Gambar di bawah ini menunjukkan produksi CBM dengan menggunakan gas injeksi N dan CO2.
Gambar 6. ECBM dengan N dan CO2
Bila N yang digunakan, hasilnya segera muncul sehingga volume produksi juga meningkat. Akan tetapi, karena N dapat mencapai sumur produksi dengan cepat, maka volume produksi secara keseluruhan justru menjadi berkurang.
Ketika N diinjeksikan ke dalam rekahan (cleat), maka kadar N di dalamnya akan meningkat. Dan karena konsentrasi N di dalam matriks adalah rendah, maka N akan mengalir masuk ke matriks tersebut. Sebagian N yang masuk ke dalam matriks akan menempel pada pori-pori. Oleh karena jumlah adsorpsi N lebih sedikit bila dibandingkan dengan gas metana, maka matriks akan berada dalam kondisi jenuh (saturated) dengan sedikit N saja.
Gambar 7. Tingkat adsorpsi gas
Gambar 8. Substitusi gas injeksi pada matriks batubara
Namun tidak demikian dengan CO2. Gas ini lebih mudah menempel bila dibandingkan dengan gas metana, sehingga CO2 akan menghalau gas metana yang menempel pada pori-pori. CO2 kemudian segera saja banyak menempel di tempat tersebut. Dengan demikian, di dalam matriks akan banyak terdapat CO2 sehingga volume gas itu yang mengalir melalui cleat lebih sedikit bila dibandingkan dengan N. Akibatnya, CO2 memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai sumur produksi. Selain itu, karena CO2 lebih banyak mensubstitusi gas metana yang berada di dalam matriks, maka tingkat keterambilan (recovery) CBM juga meningkat.
 

Potensi Coal Bed Methane (CBM) sebagai energi alternatif di Indonesia

 

Coal bed methane (CBM) merupakan sumber energi yang relatif masih baru. Sumber energi ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui penggunaannya. Gas metane yang diambil dari lapisan batubara ini dapat digunakan sebagai energi untuk berbagai kebutuhan manusia. Walaupun dari energi fosil yang tidak terbaharukan, tetapi gas ini terus terproduksi bila lapisan batubara tersebut ada. Kenapa? Yuk kita bahas sedikit.
Sebagaimana kita ketahui, batubara di Indonesia cadangan dan produksinya cukup menjanjikan. Dapat kita lihat pada gambar 1, dimana Indonesia termasuk negara produsen batubara dunia.
 
untitled1

Gambar 1. Negara dengan cadangan dan produksi batubara terbesar di dunia.

Seiring bertambahnya kebutuhan akan energi, baik untuk listrik dan transportasi, negara-negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan suatu energi alternatif yang dapat terus dikembangkan. Dapat kita lihat pada gambar 2, dimana kebutuhan akan energi untuk pembangkit listrik terus berkembang. Salah satu pembangkit listrik di dunia yang paling dominan adalah dari energi batubara.
 
untitled2
 
Gambar 2. Sumber pemakaian energi untuk konsumsi listrik di dunia.
Berdasarkan perkiraan dari sebuah institusi di Prancis, maka konsumsi energi di dunia tetap akan memakai minyak, batubara dan gas sebagai energi primer (gambar 3). Projeksi ini memberikan gambaran sebagaimana pentingnya peran energi fosil sebagai energi yang ”harus” terbarukan. Kata-kata harus disini mungkin tidak masuk akal, karena energi tersebut memang habis dipakai (tidak dapat diperbaharui). Dengan adanya teknologi, riset dan pemikiran baru, maka sebuah lapisan batubara dapat memberikan sebuah energi baru berupa gas yang dapat kita pakai.
Bentuk CBM sama halnya dengan gas alam lainnya. Dapat dimanfaatkan rumah tangga, industri kecil, hingga industri besar. CBM biasanya didapati pada tambang batu bara non-tradisional, yang posisinya di bawah tanah, di antara rekahan-rekahan batu bara.
 
untitled3
Gambar 3. Energi primer yang dipakai di dunia.
Untuk memproduksi CBM, lapisan batubara harus terairi dengan baik sampai pada titik dimana gas terdapat pada permukaan batubara. Gas tersebut akan teraliri melalui matriks dan pori, dan keluar melalui rekahan atau bukaan yang terdapat pada sumur (gambar 4).
Air dalam lapisan batubara didapat dari adanya proses penggambutan dan pembatubaraan, atau dari masukan (recharge) air dalam outcrops dan akuifer. Air dalam lapisan tersebut dapat mencapai 90% dari jumlah air keseluruhan. Selama proses pembatubaraan, kandungan kelembaban (moisture) berkurang, dengan rank batubara yang meningkat.
 
untitled4
Gambar 4. Kaitan antara lapisan batubara, air dan sumur CBM.
Gas biogenik dari lapisan batubara subbituminus akan dapat berpotensi menjadi CBM. Gas biogenik tersebut terjadi oleh adanya reduksi bakteri dari CO2, dimana hasilnya berupa methanogens, bakteri anaerobik yang keras, menggunakan H2 yang tersedia untuk mengkonversi asetat dan CO2 menjadi metane sebagai by produk dari metabolismenya. Sedangkan beberapa methanogens membuat amina, sulfida, dan methanol untuk memproduksi metane.
Aliran air, dapat memperbaharui aktivitas bakteri, sehingga gas biogenik dapat berkembang hingga tahap akhir. Pada saat penimbunan maksimum, temperatur maksimum pada lapisan batubara mencapai 40-90°C, dimana kondisi ini sangat ideal untuk pembentukan bakteri metane. Metane tersebut terbentuk setelah aliran air bawah tanah pada saat ini telah ada.
Apabila air tanah turun, tekanan pada reservoir turun, pada saat ini CBM bermigrasi menuju reservoir dari sumber lapisan batubara. Perulangan kejadian ini merupakan regenerasi dari gas biogenik. Kejadian ini dipicu oleh naiknya air tanah atau lapisan batubara yang tercuci oleh air. Hal tersebut yang memberikan indikasi bahwa CBM merupakan energi yang dapat terbaharui.
Lapisan batubara dapat menjadi batuan sumber dan reservoir, karena itu CBM diproduksi secara insitu, tersimpan melalui permukaan rekahan, mesopore, dan mikropore (gambar 5). Permukaan tersebut menarik molekul gas, sehingga tersimpan menjadi dekat. Gas tersebut tersimpan pada rekahan dan sistem pori pada batubara sampai pada saat air merubah tekanan pada reservoir. Gas kemudian keluar melalui matriks batubara dan mengalir melalui rekahan sampai pada sumur. Gas tersebut sering kali terjebak pada rekahan-rekahan.
 
untitled5
Gambar 5. Kaitan antara porositas mikro, meso dan makro.
CBM juga dapat bermigrasi secara vertikal dan lateral ke reservoir batupasir yang saling berhubungan. Selain itu, dapat juga melalui sesar dan rekahan. Kedalaman minimal dari CBM yang telah dijumpai 300 meter dibawah permukaan laut.
Gas terperangkap pada lapisan batubara sangat bergantung pada posisi dari ketinggian air bawah tanah. Normalnya, tinggi air berada diatas lapisan batubara, dan menahan gas di dalam lapisan. Dengan cara menurunkan tinggi air, maka tekanan dalam reservoir berkurang, sehingga dapat melepaskan CBM (gambar 6).
 
untitled6
Gambar 6. Penampang sumur CBM.
Pada saat pertama produksi, ada fasa dimana volume air akan dikurangi (dewatering) agar gas yang dapat diproduksi dapat meningkat. Setelah fasa ini, fasa-fasa produksi stabil akan terjadi. Seiring bertambahnya waktu, peak produksi akan terjadi, saat ini merupakan saat dimana produksi CBM mencapai titik maksimal dan akan turun (decline).
Volume gas yang diproduksi akan berbanding terbalik dengan volume air. Bila volume gas yang diproduksi tinggi, maka volume air akan berkurang. Setelah peak produksi, akan terjadi fasa selanjutnya, yaitu fasa penurunan produksi (gambar 7). Seperti produksi minyak dan gas pada umumnya, fasa-fasa tersebut biasa terjadi. Namun demikian, seperti yang telah diuraikan, CBM dapat terbaharukan.
 
untitled7
Gambar 7. Volume vs time dalam produksi CBM.
 
untitled8
Gambar 8. Cadangan CBM Amerika.
Cadangan Coal Bed Methane (CBM) Indonesia saat ini cukup besar, yakni 450 TCS dan tersebar dalam 11 basin. Potensi terbesar terletak di kawasan Barito, Kalimantan Timur yakni sekira 101,6 TCS, disusul oleh Kutai sekira 80,4 TCS. Bandingkan dengan gambar 8, Amerika yang memiliki cadangan batubara cukup luas dan tersebar, hanya memiliki cadangan CBM yang relatif kecil.
Berdasarkan data Bank Dunia, konsentrasi potensi terbesar terletak di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan Timur, antara lain tersebar di Kabupaten Berau dengan kandungan sekitar 8,4 TCS, Pasir/Asem (3 TCS), Tarakan (17,5 TCS), dan Kutai (80,4 TCS). Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah (101,6 TCS). Sementara itu di Sumatera Tengah (52,5 TCS), Sumatera Selatan (183 TCS), dan Bengkulu 3,6 TCS, sisanya terletak di Jatibarang, Jawa Barat (0,8 TCS) dan Sulawesi (2 TCS).
Sebagai informasi, sumber daya terbesar sebesar 6,49 TCS ada di blok Sangatta-1 dengan operator Pertamina hulu energi methane Kalimantan A dengan basin di Kutai. Disusul Indragiri hulu dengan operator Samantaka mineral prima dengan basin Sumatera Selatan yang mempunyai sumber daya 5,50 TCS, dan sumber daya paling rendah terlatak di blok Sekayu yang dioperatori Medco SBM Sekayo dengan basin Sumatera Selatan, dengan sumber daya 1,70 TCS.
 
untitled9
Semoga bermanfaat.

Filed under: Uncategorized

Filed under: Uncategorized

Pengecoran Logam

Pengecoran adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga dan kembali ke bentuk padat, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder. Pasir hijau untuk pengecoran digunakan sekitar 75 percent dari 23 million tons coran yang diproduksi dalam USA setiap tahunnya.
Proses pengecoran sendiri dibedakan menjadi dua macam, yaitu traditional casting dan non-traditional/contemporary casting.
Teknik traditional terdiri atas :
1. Sand-Mold Casting
2. Dry-Sand Casting
3. Shell-Mold Casting
4. Full-Mold Casting
5. Cement-Mold Casting
6. Vacuum-Mold Casting
Sedangkan teknik non-traditional terbagi atas : k 1. High-Pressure Die Casting
2. Permanent-Mold Casting
3. Centrifugal Casting
4. Plaster-Mold Casting
5. Investment Casting
6. Solid-Ceramic Casting
Perbedaan secara mendasar di antara keduanya adalah bahwa contemporary casting tidak bergantung pada pasir dalam pembuatan cetakannya. Perbedaan lainnya adalah bahwa contemporary casting biasanya digunakan untuk menghasilkan produk dengan geometri yang kecil relatif dibandingkan bila menggunakan traditional casting. Hasil coran non-traditional casting juga tidak memerlukan proses tambahan untuk penyelesaian permukaan.
Jenis logam yang kebanyakan digunakan di dalam proses pengecoran adalah logam besi bersama-sama dengan aluminium, kuningan, perak, dan beberapa material non logam lainnya.
Proses pengecoran logam merupakan sebuah proses berkesinambungan dan saling terkait dari berbagai proses yang ada seperti terlihat pada diagram alir di atas. Diagram tersebut dimulai dari pembuatan pola di Bengkel Pola. Untuk menghasilkan tuangan yang berkualitas maka diperlukan pola yang berkualitas tinggi, baik dari segi konstruksi, dimensi, material pola, dan kelengkapan lainnya. Pola digunakan untuk memproduksi cetakan. Pada umumnya, dalam proses pembuatan cetakan, pasir cetak diletakkan di sekitar pola yang dibatasi rangka cetak kemudian pasir dipadatkan dengan cara ditumbuk sampai kepadatan tertentu. Pada lain kasus terdapat pula cetakan yang mengeras/ menjadi padat sendiri karena reaksi kimia dari perekat pasir tersebut. Pada umumnya cetakan dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah sehingga setelah pembuatan cetakan selesai pola akan dapat dicabut dengan mudah dari cetakan.

Inti dibuat secara terpisah dari cetakan, dalam kasus ini inti dibuat dari pasir kuarsa yang dicampur dengan Airkaca ( Water Glass / Natrium Silikat) , dari campuran pasir tersebut dimasukan kedalam kotak inti, kemudian direaksikan dengan gas CO2 sehingga menjadi padat dan keras. Inti diseting pada cetakan. Kemudian cetakan diasembling dan diklem.

Sembari cetakan dibuat dan diasembling, bahan-bahan logam seperti ingot, scrap, dan bahan paduan, dilebur di bagian peleburan. Setelah logam cair dan homogen maka logam cair tersebut dituang ke dalam cetakan. Setelah itu ditunggu hingga cairan logam tersebut membeku karena proses pendinginan. Setelah cairan membeku, cetakan dibongkar. Pasir cetak, inti, dan benda tuang dipisahkan. Pasir cetak bekas masuk ke instalasi daur ulang, inti bekas dibuang, dan benda tuang diberikan ke bagian fethling untuk dibersihkan dari kotoran dan dilakukan pemotongan terhadap sistem saluran pada benda tersebut. Setelah fethling selesai apabila benda perlu perlakuan panas maka diproses di bagian perlakuan panas. Selanjutnya benda diperiksa sebelum dikirim ke pemesan.

Filed under: Uncategorized

Keuntungan dan kerugian dari Tenaga Nuklir

pembangkit listrik tenaga nuklir tidak memakan banyak ruang. Hal ini memungkinkan mereka untuk ditempatkan di lokasi yang telah dikembangkan dan kekuasaan tidak harus ditransfer jarak jauh. •Ini tidak mencemari dengan cara yang sangat langsung. Hal ini bersih dari bentuk-bentuk lain dari Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Nickel ore is one of Antam’s important products. Antam produces and exports high grade nickel ore with a minimum 1.8% nickel content and a maximum 25% iron content (saprolite) and low grade nickel ore with a 1.2% minimum nickel content (limonite) and minimum 25% iron content.Antam has approximately 447.7 million wet metric tons (wmt) of saprolite and 498.8 million wmt of limonite reserves and resources which could last for many decades at current extraction rates. While Antam has more than enough ore to support its current long term nickel expansion plans, in order to prolong the life of its own reserves, Antam may seek third party ores to supplement its own supply.Antam’s nickel ore mines are at Pomalaa, Gee, Tanjung Buli and Tapunopaka. Pomalaa, Southeast Sulawesi, is Antam’s oldest nickel mine and is nearly depleted. Tapunopaka is Antam’s newest mine, located in Southeast Sulawesi. Gee and Tanjung Buli are located in North Maluku.Aerial View of Pomalaa Nickel Mine Aerial View of Pomalaa Nickel Mine

Nickel ore excavation at Pomalaa
Nickel ore excavation at Pomalaa

Antam’s nickel deposits are typically shallow. The limonite rests atop the saprolite, is cheaper to mine and the first to be extracted followed by the saprolite. The ores usually can be easily mined and extracted using an open pit mining techniques using simple truck and shovel operations. No drilling or blasting is required. Little beneficiation is required other than drying and screening and sometimes limited crushing of oversize material. In particular, the lower part of the saprolite ore is often lumpy and requires crushing to reduce it to the required size specifications. Historically Antam extracts between 5-6 million wmt of nickel ores annually. However, Antam can easily ramp up extraction levels if necessary. Since 2006, Antam’s annual production has increased substantially due to strong demand. Some portion of Antam’s saprolite production is used as feedstock to produce ferronickel, however the majority of saprolites are mainly exported to Japan and to Europe. Limonites were previously entirely sold to Australia but since 2007 it has been exported mainly to China.

by:http://www.antam.com

Filed under: Uncategorized

ARSIP

RSS JEFRI DS.TERDEPAN MENGABARKAN

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS PERTAMBANGAN

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

jefrisianturi@ymail.com

Join 4 other followers

Alexa Certified Traffic Ranking for  http://jefrigeophysics.wordpress.com

free counters

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.